Jika Virus Corona Hilang Bulan Depan, Aku Akan…

Pojok Banyuwangi

Virus Corona hmmm… berbicara tentang Virus Corona memang membuat kepala pusing, bulu kuduk merinding, dan pikiran terkuras hebat memikirkan solusi menghindari penularan virus yang bahkan lebih cepat dari laju kereta api Tawang Alun jurusan Banyuwangi-Malang.

Hampir enam bulan sudah dunia berjibaku melawan partikel super kecil ini. Ukurannya yang bahkan tak lebih besar dari butiran garam halus ini nyatanya mampu membuat para petinggi negara adidaya kelabakan bak kemalingan seluruh uang di World Bank. Perekonomian lumpuh, kegiatan sosial ditunda, turnamen dibatalkan, liga sepak bola entah bagaimana nasibnya, belum lagi Moto-GP yang belum menentukan juara dunia.

Fenomena “Ajaib” di Tahun 2020

Lagaknya tahun 2020 ini memang sungguh menakjubkan. Ada saja “festival alam” heboh yang menyapa sejak awal tahun. Sebut saja banjir di malam pergantian tahun, sejumlah masyarakat terpaksa harus merayakan tahun baru sambil bergelimangan air genangan yang keruh bak kuah rawon kondangan.

Lalu bulan Februari Australia mengalami kebakaran hebat yang menghanguskan hampir 19 juta hektar lahan. Ribuan satwa terjebak dalam kubangan api, beberapa mengalami luka bakar serius, dan banyak yang mati terpanggang sia-sia.

Baru saja bumi bernapas lega karena api sudah padam, Maret datang menghadang dengan gagahnya memperkenalkan Virus Corona yang mulai memasuki Indonesia entah melalui jalur apa. Ketika dunia kelabakan menyambut tamu kecil ini, pemerintah Indonesia dianggap lamban dalam melakukan penyambutan, mungkin lupa menyiapkan karpet merah. Jadilah pemerintah menjadi bulan-bulanan masyarakatnya.

“LOCKDOWN PAK!!” Pemerintah Menjadi Sasaran Emosi Netizen

Bandara tak cepat ditutup, pelabuhan masih menerima peselancar dari berbagai dunia, dan diskon harga tiket pesawat terbang gila-gilaan, padahal negara tetangga sedang mengupayakan lockdown atau penguncian wilayah dan tak menerima pendatang dari negara lain. Alhasil, ratusan turis mancanegara masih bebas berlenggak lenggok di catwalk bernama Bumi Nusantara.

“LOCKDOWN PAK!!!”

“LOCKDOWN PAK!!!”

“LOCKDOWN PAK!!!”

Netizen berlomba-lomba menghidupkan capslock dan menyerbu kolom komentar akun instagram Presiden Indonesia, Ir. H. Joko Widodo. Sungguh beruntung hidup di Indonesia, coba di Korea Utara, sudah melayanglah nyawa yang tak seberapa itu.

Berkaca pada Malaysia dan Singapura yang menerapkan aturan lockdown dengan cepat, Pakdhe Joko pun mulai dibanding-bandingkan. Kadang memang tak pakai logika, Malaysia dan Singapura negara sebesar pisang goreng dibandingkan dengan Indonesia yang bagai jaring ikan nelayan, yang begitu besar dan terpisah-pisah.

Libur 14 Hari untuk Karantina Mandiri, Warga Malah Liburan

Pertengahan Maret Corona semakin agresif ingin berkenalan dengan seluruh wilayah di Indonesia, kasus positif meningkat pesat. Pemerintah pun mulai mengambil langkah dengan meliburkan sekolah-sekolah selama 14 hari dengan tujuan menghindari kerumunan dan menjalani isolasi mandiri untuk menekan penyebaran virus menyebalkan ini. Tapi memang negeri pelawak. Lucunya, libur empat belas hari bukan dijadikan sebagi renungan atau isolasi mandiri didalam rumah saja, justru naik mobil keluarga, membawa beberapa nasi yang dibungkus kertas minyak beserta lauk pauk beragam dan berlibur ke pantai sembari menikmati angin semilir dan suara deburan ombak sambil memejamkan mata bak tokoh drama korea yang sedang jatuh cinta.

Semakin lama, kasus Virus Corona semakin liar tak terkendali. Pemerintah pun mulai kebakaran jenggot. Yang dulu bilang tak perlu pakai masker, kini UMKM yang ada, menjahit puluhan ribu makser kain, karena masker medis entah dimana keberadaannya hingga yang harganya biasa dijual 20 ribu per box menjadi 350 ribu bahkan lebih.

Pasar-pasar ditutup, instansi dan kantor pemerintahan kerja dirumah, sekolah diliburkan lebih dari satu bulan, ujian nasional ditiadakan, yang menggelar pesta pernikahan digerebek satpol PP. Masalah pun semakin merembet, tukang rias kehilangan langgannya karena batal menikah, ibu rumah tangga kerepotan membeli sayur kangkung karena pasar tak ada penjual.

Awalnya patuh, karena berharap virus ini akan segera berakhir. Tapi nyatanya hampir satu bulan berlalu namun keadaan tak membaik, justru semakin parah. Orang-orang pun mulai bosan, butuh makan, dan butuh uang. Karena pekerja harian dan pedagang tidak akan bisa mendapatkan uang jika tak bekerja, beda dengan PNS dan anggota DPR yang tetap mendapatkan gaji meski bekerja dirumah. Yang mau liburan terpaksa diurungkan, karena kereta, bus, dan angkutan umum lainnya dimogok-kerjakan alias dilarang beroperasi.

Virus Corona yang Mulai Lemah atau Manusia yang Sudah Bosan?

Kini mungkin semua elemen sudah mulai jenuh, angka pasien Virus Corona masih terus melejit, tapi beritanya sudah tak seheboh dulu. Pemerintah juga masih terus berupaya mencari jalan keluar. namun agaknya masyarakat sudah mulai bosan dan tak mau terlalu memusingkan Virus Corona. Pemerintah berinisiatif untuk menerapkan New Normal atau lebih mudah disebut aturan hidup baru. Kegiatan berlangsung normal seperti biasa hanya saja tetap menerapkan protokol pencegahan penularan virus corona. Masuk ke supermarket wajib cuci tangan, diberi cairan hand sanitizer, wajib pakai masker, dan harus jaga jarak minimal satu meter ketika antre dikasir.

Entah sampai kapan pandemi ini melanda bumi. Yang pasti semua berharap agar wabah Virus Corona Covid-19 segera berlalu. Supaya kegiata impor-ekspor kembali lancar, pesta pernikahan bisa digelar besar-besaran, atau sekedar bisa bernapas lega tanpa disekap masker yang sesak.

Yang pasti, jika Virus Corona hilang nanti harapannya ekonomi tak lagi carut marut, tiket kereta kembali tersedia supaya bisa melancong ke Malang mengendarai armada Kereta Api Tawang Alun jurusan Banyuwangi-Malang.

Apa yang ingin kalian kalau lakukan Jika Virus Corona hilang?

Selamat Datang di Official Website Banyuwangi TV. Media Edukasi, Inspirasi, dan Informasi Terdepan. Media Siaran Kota Banyuwangi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Lost Password

Sign Up